Reportase diskusi “Peran pemuda dalam pembangunan bangsa”

Reportase 11 Okt 2014 diskusi “Peran Pemuda Dalam Pembangunan Bangsa”

Pemateri : Heru Purwono & Fajrul Falah

Moderator : Zanuar Mubin

Audien : Anggota serta pengurus CSS MoRA

==================================================================================================

Forum yang sederhana namun terjadi nauansa yang romantic, antara pemateri dan audiens; saling bertukar fikiran, cara pandang, serta pemahaman akan sejarah bangsa kita merupakan modal yang mahal. Walupun berbeda tetapi tidak saling menumbangkan sesama saudara.

Di awali dengan refleksi sejarah Bangsa Indonesia pada abad 20 M, yang pada saat itu kondisi Indonesia sedang mengalami akulturasi budaya. Rakyat pribumi pada saat itu dalam keadaan berkeinginan untuk menyamakan stratifikasi social dengan orang-orang belanda. Hasrat inilah yang merupakan peluang bagi Belanda untuk menanamkan pemahaman modern. Dengan cara mendirikan sekolah formal serta mendirikan “balai pustaka” sebagai media percetakan buku-buku hasil karya rakyat pribumi.

Melihat kondisi masyarakat pribumi yang berkeinginan kuat untuk menyamakan status social itu ternyata merupakan ancaman bagi Belanda. Hingga munculah kebijakan politik baru dari Belanda yaitu politik etis (politik balas jasa). Politik ini terlihat pada sekolah formal yang didirikan oleh Belanda, yang memprioritaskan masyarakat pribumi harus menguasai bahasa Belanda. Di lain bidang, termasuk ekonomi, adat, psikologis, ketatanegaraan, hukum dan moral juga menjadi perhatian yang penting bagi Belanda untuk merealisasikan politik balas jasa tersebut.

Rakyat Indonesia bukan bangsa yang inverior, bukan untuk di injak-injak dengan permainan kolonialisme (Papar pemateri), Selanjutnya pemateri mengartikan sumpah pemuda merupakan sebuah revolusi mental serta kemajuan cara berfikir masyarakat pribumi akan pentingnya meningkatkan kesadaran nasionalisme serta menjaga utuh kedaulatan Bangsa.

Sejarah telah memaksa kita untuk melakukan Flasback kemasa lampau, dulu para pemuda bangsa kita memiliki semangat serta jiwa Nasionalisme yang kuat. Tetapi itu hanyalah sebuah kenangan, ketika orang-orang melihat pemuda sekarang loyo ataupun rendahnya rasa Nasionalismenya.

Banyak factor yang menyebabkan hilangnya jiwa nasionalis yang sedang dilanda oleh pemuda kita pada saat ini yaitu salah satunya; semakin subur dan kuatnya mental pragmatisme hingga menimbun rasa nasionalism, sehingga output yang dihasilkan ialah faham hedonism.

Seperti yang di jelaskan pemateri sdr. Fajrul Falah, alternative yang tepat untuk mengobati panyakit tersebut ialah menanamkan kesadaran, kejujuran serta keadilan. Hal tersebut di tanamkan bukan hanya lewat ruang yang berupa pendidikan sekolah saja, melainkan segala sector yang tidak terlepas dari kehidupan manusia seperti; ekonomi, pola asuh keluarga, serta lingkungan yang kondusif.

Sebagai penutup dari moderator, ialah pentingnya meningkatkan kesadaran filosofis akan nilai-nilai nasionalisme, karna pemuda tidak selamanya menjadi pemuda. Pemuda saat ini ialah penentu nasib bangsa selanjutnya. Sesuai dengan ucapan President pertama ir. Soekarno : Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia!!!

Sekian..

Advertisements

Pesantren Rakyat Al Amin

rakyatSiang itu, sekitar pukul 10.30 rombongan studi lapangan mahasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) UIN maliki angkatan 2010 dan 2011 serta para pembina, tiba di Pesantren Rakyat Al Amin sumber pucung malang yang diasuh oleh Ust.Abdullah Sam S.Psi. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan yang ke 117 kalinya bagi Pesantren Rakyat Al Amin semenjak berdiri pada tanggal 25 Juni 2008.

Acara studi lapangan tersebut dibuka dengan membaca surat al-fatihah dan dilanjutkan dengan sambutan Pembina PBSB, Mujaid Kumkelo serta dilanjutkan presentasi oleh istrinya Ust. Abdullah. Beliau menyampaikan salam dari Ust. Abdullah yang tidak bisa hadir karena ada keperluan di Yogyakarta. Continue reading

Pembukaan The4 Anniversary CSS MoRA UIN Maliki

PembukaanAnniversary atau bisa disebut sebagai hari lahir, hari jadi merupakan suatu hari yang sangat penting bagi organisasi. Pada hari tersebut organisasi mereka terbentuk, dan bersama-sama menyatukan ideologi untuk kemajuan dan keberlangsungan organisasi tersebut. Tepatnya pada bulan maret ini CSS MoRA UIN Maliki Malang merayakan Anniversary yang ke 4 dengan nama The Fourth Anniversary of CSS MoRA UIN Maliki Malang. Di hari jadi yang keempat ini CSS MoRA UIN Maliki mengadakan acara yang berbeda dengan tahun kemarin, acara pada tahun ini di konsep beberapa cabang perlombaan antar civitas akademika dan rencananya akan di tutup dengan seminar nasional.

Anniversary yang ke 4 ini secara resmi di buka pada hari Sabtu, 8 Maret 2014 oleh pembina CSS MoRA UIN Maliki yaitu bapak Mujaid Kukelo, M.HI. beliau mengatakan sangat bangga kepada CSS MoRA UIN Maliki karena pada hari jadinya yang ke 4, CSS MoRA telah ikut berpartisipasi dalam memberikan warna-warna baru di kampus tercinta  UIN Maliki Malang dan walaupun jumlah anggota CSS MoRA yang saat ini berjumlah 150 orang tetapi ruhnya tersebar dimana-mana. Continue reading

The4 Anniversary CSS MoRA UIN MALIKI MALANG

Dalam rangka ANNIVERSRY CSS MORA UIN MALIKI MALANG akan diadakan
PERLOMBAAN se Civitas Akademik  UIN Maliki Malang di antara nya :
1.LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah )
– Tanggal 1 – 5 Maret 2014 Pengumpulan Karya Tulis Ilmiah
– Tanggal  12 maret 2014 Final
2. SHALAWAT BANJARI
Pelaksanaan nya pada Tanggal 8-9 maret 2014
3. FUTSALL

Pelaksanaan nya pada Tanggal 10-11 maret 2014
Dengan memperebutkan JUTAAN HADIAH + TROPY

SEMINAR NASIONAL Yang akan di laksanakan pada Tanggal  15 Maret 2014, jam 08.30-sampai selesai, Bertempat  di AULA Gedung  C UIN MALIKI MALANG yang akan menbahas ” Tuntas akan pentingnya pendidikan dan budaya dalam menbangun jati diri BANGSA” dengan pemateri yang sudah tidak diragukan lagi, antara lain:

1. EMHA AINUN NAJIB (CAK NUN)
2. Prof. Imam Suprayogo
3.Ki, Ng. H. Agus Suyoto

Contact Person :
jazuly: 081945154267
iif: 087875644633
atau datang langsung datang ke kesekretariatan CSS MoRA UIN MALIKI Di Jl.Sumbersari Gg.1B no.56

MENANG BIASA, KALAH LUAR BIASA

Atlet CSSMoRA UIN Maliki pada tanggal 16 juli 2013 bertandang ke Kampus ITS Surabaya dalam rangka silaturrahim dan memenuhi undangan untuk  mengikuti perlombaan olahraga  yang  sudah menjadi rentetan acara CSSMoRA Regional Timur dalam setiap tahunnya, yang biasa di sebut ERC (East Regional Competition).

Kebetulan untuk tahun sekarang, yang menjadi panitia sekaligus  tuan rumah adalah CSSMoRA ITS.  Adapun Cabang olahraga  yang di perlombakan dalam acara itu baik putra maupun  putri diantaranya adalah olahraga bola volly, basket, bulu tangkis  dan Futsal, sayang sekali dari putri, kami tidak mengirimkan para Atletnya karena terhalang sedang mengikuti Ujian Akhir Semester.

Dalam pertandingan itu CSSMoRA UIN Maliki membawa rombongannya dengan menyewa satu bus,  lengkap dengan para  supporter dan pemainnya. Berangkat mulai pukul 07.00 pagi dan tiba di Surabaya sekitar pukul 10.00 WIB Continue reading

CSS MoRA UIN Maliki Malang di persimpangan Kalimetro dan Cuban Talun

Kalimetro maupun Cuban Talun menjadi saksi bisu atas beragam model keberagaman, kesatuan, dan kekompakan anggota CSS MoRA UN Maliki Malang periode 2012. Sudah empat tahun perjalanan “karier” CSS MoRA hingga tahun 2012 ini masih belum sampai pada ambang pintu. Empat tahun perjalanan ini masih mencari “kunci”, tata letak, dan tiang sandaran sebenarnya bagaimana CSS MoRA UIN harus dibangun, apa yang harus dipertahankan, dan apa yang harus dievaluasi untuk kemaslahatan organisasi maupun kekompakan anggotanya.

Kalimetro maupun Cuban Talun adalah ruang, dimana isak suara sumpah, legitiminasi ucapan bai’at di nobatkan. Titik nadir antara lidah dan hati harus menjadi satu. Penghiatan terhadap pimpinan adalah sebuah bentuk penghianatan terhadap organisasi. Salah satu bentuk teks yang menjadi hukum, agar siapa saja di dalam organisasi bisa bersatu tanpa memandang siapa engkau dan dari mana engkau.

Kalimetro maupun Cuban Talun adalah sebuah keadilan dan kesetaraan. Kesetaraan itu bisa diperoleh tatkala tak ada perbedaan antara “tahfidh” maupun “salaf”. Keadilan akan tercapai dimana semua sama, tanpa memandang usia sebagai justivikasi kebenaran. Aam namanya, salah satu anggota Css Mora ketika diba’iat mengatakan “ semua disini sama mas, tanpa memandang tahdfid maupun salaf , semua harus adil“. Kutanya kembali “ jika kau mengatasnamakan keadilan, maukah kamu setoran alqu’an setiap hari ba’da Isya’ seperti halnya teman-teman yang lain?. Diam tak berkata. Adil itu tidak harus sama, dan kesejatian makna adil adalah dimana kita bisa menempatkan sesuatu pada tempat, fungsi maupun pada keputusan yang dibuat.

Di kalimetro tak ada kayu bakar dan api. Yang ada hanya kegelapan dan dinginnya air. Tapi Di Cuban Talun terdapat api, kayu bakar, misuh, drama, dinginnya suhu malam, post penjagaan, pendidikan mental dan hafalnya lagu-lagu perjuangan. Namun apakah menjamin bahwa anggota yang dididik di Cuban Talun menghasilkan kader-kader yang militan di organisasinya, di Css Moranya. Pun juga sebaliknya. Semua itu hanya retorika dan pendidikan “sementara” saja.

Kalimetro maupun Cuban Talun adalah tempat berkibarnya bendera Indonesia dan Css Mora. Ditambah dengan estetika hadirnya kembang tujuh rupa sebagai pewangi dan keharuman. Indonesia menjadi tanah air perjuangan dan Css Mora adalah wasilah untuk mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik. Mewujudkan Indonesia sejati.

Terakhir, Tahfidh dan salaf adalah kesatuan, bukan perbedaan. Bukankah Allah menciptakan berbagai macam suku, bangsa, bahasa, logat, warna kulit, karakter dan sifat untuk menuju satu titik yang bernama “li ta’arafu”  yaitu saling mengenal, bekerja sama dan saling membangun. Aku akan menjadi orang pertama yang ngaplok siapa pun jika ada statement bahwa tahfidh dan salaf itu berbeda.

Dengan akhlak yang mulia, dengan cinta yang setia, kuabdikan untuk CSS MoRA .selamat bergabung.

Malang, 19 Oktober 2012

Aan Cogito